Selasa 18 November 2025 - 22:22
Netanyahu Mengandalkan Komunitas Haredi demi Penguatan Militer Israel

Hawzah/ Setelah rezim Zionis palsu melancarkan genosida brutal di Gaza serta serangkaian perang terhadap bangsa dan rakyat berbagai negara, kebutuhan akan peningkatan kekuatan militer pun muncul. Namun kegagalan dalam merealisasikan hal tersebut telah mengguncang pemerintahan Netanyahu secara serius, hingga dalam rencana terbaru Amerika Serikat, permintaan untuk menempatkan para penasihat militer AS di Gaza pun diajukan.

Berita Hawzah – Setelah rezim Zionis palsu melancarkan genosida brutal di Gaza dan mengobarkan serangkaian perang terhadap bangsa dan rakyat negara-negara seperti Tepi Barat, Lebanon, Yaman, Iran, dan Suriah, kebutuhan akan peningkatan kekuatan militer pun muncul. Namun kegagalan dalam merealisasikan hal tersebut telah mengguncang pemerintahan Netanyahu secara serius, hingga dalam rencana terbaru Amerika Serikat, permintaan untuk menempatkan para penasihat militer AS di Gaza pun diajukan.

Sementara propaganda rezim agresor Zionis menekankan bahwa mayoritas pria dan wanita Yahudi diharapkan menjalani wajib militer selama setidaknya dua tahun, satu kelompok selama ini selalu dikecualikan, yakni Yahudi Ortodoks yang dikenal sebagai komunitas Haredi.

Pada Juni 2024, Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa mereka pun mungkin akan diwajibkan masuk militer, yang langsung memicu gelombang penolakan luas dari komunitas Haredi.

Bulan lalu, ratusan ribu pria Haredi membanjiri seluruh wilayah Yerusalem dalam salah satu demonstrasi terbesar mereka yang dikenal sebagai aksi Ultra-Ortodoks. Peristiwa ini menjadi cerminan nyata dari guncangan pemerintahan Netanyahu dan keretakan serius dalam tatanan politik Israel.

Sumber: Middle East Eye

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha